FAEDAH AQIDAH AHLUSSUNNAH UNTUK PEMULA (Bagian Ke 11) KEUTAMAAN MENTAUHIDKAN ALLAH

Ditulis Oleh: Mukhlisin Abu Uwais

Alhamdulillah kita telah menyelesaikan secara singkat pembahasan tentang Tauhid Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma  wa Shifat. Orang yang bertauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’alal memiliki banyak keutamaan, dengan memahami hal ini diharapkan agar kita termotifasi untuk mempelajari dan terus mentauhidkan Allah serta menjauhi syirik.

Kita telah pelajari terlebih dahulu kewajiban dan hakikat tauhid sebelum mempelajari keutamaannya. Karena banyak orang yang bisa jadi paham tentang keutamaan tauhid namun tidak paham tentang hakikat tauhid. Sebagaimana kita dapati ada orang yang semangat berdzikir dengan lantunan lafadz laa ilaaha illallah, karena ia tahu tentang keutamaannya, namun ternyata ia terjerumus dalam kesyirikan karena ia tidak tahu tentang hakikat laa ilaaha illallah.

Di antara keutamaan beribadah dengan mentauhidkan Allah adalah sebagai berikut:

1. ORANG YANG BERTAUHID KEPADA ALLAH AKAN DIHAPUS DOSA-DOSANYA

Diriwayatkan dari Anas bin Malik -radhiyallahu `anhu- ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah -shallallahu `alaihi wa sallam- bersabda: Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi berfirman:

…يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكُ بِي شَيْئاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

Artinya: “Wahai bani Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh bumi, sedangkan engkau ketika mati tidak menyekutukan Aku sedikit pun juga, pasti Aku akan berikan kepadamu ampunan sepenuh bumi pula”. (Riwayat At-Tirmidzi no. 3540).

2. ORANG YANG BERTAUHID KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA AKAN MENDAPATKAN PETUNJUK YANG SEMPURNA, DAN KELAK DI AKHIRAT AKAN MENDAPATKAN RASA AMAN

Allah -`Azza wa Jalla- berfirman:

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَمۡ يَلۡبِسُوٓاْ إِيمَٰنَهُم بِظُلۡمٍ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلۡأَمۡنُ وَهُم مُّهۡتَدُونَ  ٨٢

Artinya: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk”. (Surat Al-An’aam: 82).

Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang bertauhid dan tidak mencampurkan keimanannya dengan kesyirikan maka baginya keamanan dan petunjuk.

3. ORANG YANG BERTAUHID KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA AKAN DIHILANGKAN KESULITAN DAN KESEDIHANNYA DI DUNIA DAN AKHIRAT.

Allah -`Azza wa Jalla- berfirman:

…… وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا  ٢ وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ ……  ٣

Artinya: “…Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberi-nya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka…”. (Surat Ath-Thalaq: 2-3).

Seseorang tidaklah dikatakan bertaqwa kepada Allah jika dia tidak bertauhid. Orang yang bertauhid dan bertakwa akan diberikan jalan keluar dari berbagai masalah hidupnya.

4. ORANG YANG MENTAUHIDKAN ALLAH, MAKA ALLAH AKAN MENJADIKAN DALAM HATINYA RASA CINTA KEPADA IMAN DAN ALLAH AKAN MENGHIASI HATINYA DENGANNYA SERTA DIA MENJADIKAN DI DALAM HATINYA RASA BENCI KEPADA KEKAFIRAN, KEFASIKAN DAN KEDURHAKAAN.

Allah -`Azza wa Jalla- berfirman:

…… وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ حَبَّبَ إِلَيۡكُمُ ٱلۡإِيمَٰنَ وَزَيَّنَهُۥ فِي قُلُوبِكُمۡ وَكَرَّهَ إِلَيۡكُمُ ٱلۡكُفۡرَ وَٱلۡفُسُوقَ وَٱلۡعِصۡيَانَۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلرَّٰشِدُونَ  ٧

Artinya: “…Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan (iman itu) indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus”. (Surat Al-Hujurat: 7).

5. TAUHID MERUPAKAN SATU-SATUNYA SEBAB UNTUK MENDAPATKAN RIDHA ALLAH, DAN ORANG YANG PALING BAHAGIA DENGAN SYAFA’AT NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM ADALAH ORANG YANG MENGATAKAN LAA ILAAHA ILLALLAH DENGAN PENUH KEIKHLASAN DARI DALAM HATINYA.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah -radhiallahu `anhu- bahwa ia berkata: “Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berbahagia dengan syafa’atmu pada hari kiamat?”. Nabi -shallallahu `alaihi wa sallam- bersabda:

لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لَا يَسْأَلُنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ

Artinya: “Aku telah menyangka bahwasanya tidak ada seorangpun yang mendahuluimu bertanya kepadaku tentang hadits ini, karena aku melihat semangatmu dalam mencari hadits. Orang yang paling berbahagia dengan syafa’atku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan Laa ilaah ilallaah ikhlas dari hatinya”. (Riwayat Al-Bukhari no. 99).

6. ORANG YANG BERTAUHID KEPADA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA DIJAMIN MASUK SURGA

Nabi -shallallahu `alaihi wa sallam- bersabda:

مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Artinya: “Barangsiapa yang mati dan ia mengetahui bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Allah, maka ia masuk Surga”. (Riwayat Muslim no. 26).

Nabi -shallallahu `alaihi wa sallam- juga bersabda:

مَنْ مَاتَ لاَيُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ

Artinya: “Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, ia masuk Surga”. (Riwayat Muslim no. 93).

7. ORANG YANG BERTAUHID AKAN DIBERIKAN OLEH ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA KEMENANGAN, PERTOLONGAN, KEJAYAAN DAN KEMULIAAN

Allah -`Azza wa Jalla- berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تَنصُرُواْ ٱللَّهَ يَنصُرۡكُمۡ وَيُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ  ٧

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Surat Muhammad: 7).

Allah Azza wa Jalla juga berfirman:

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ كَمَا ٱسۡتَخۡلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمۡ دِينَهُمُ ٱلَّذِي ٱرۡتَضَىٰ لَهُمۡ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعۡدِ خَوۡفِهِمۡ أَمۡنٗاۚ يَعۡبُدُونَنِي لَا يُشۡرِكُونَ بِي شَيۡ‍ٔٗاۚ وَمَن كَفَرَ بَعۡدَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ  ٥٥

Artinya: “Dan Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap beribadah kepada-Ku dengan tidak mempersekutukan Aku dengan sesuatu apapun. Tetapi barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”. Surat An-Nuur: 55).

8. ORANG YANG BERTAUHID KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA AKAN DIBERI KEHIDUPAN YANG BAIK DI DUNIA DAN AKHIRAT

Allah -`Azza wa Jalla- berfirman:

مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَلَنُحۡيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةٗ طَيِّبَةٗۖ وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ  ٩٧

Artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (Surat An-Nahl: 97).

9. TAUHID AKAN MENCEGAH SEORANG MUSLIM KEKAL DI NERAKA

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ، وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ، ثُمَّ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: أَخْرِجُوْا مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيْمَانٍ، فَيُخْرَجُوْنَ مِنْهَا قَد ِاسْوَدُّوا فَيُلْقَوْنَ فِي نَهْرِ الْحَيَاءِ -أَوِ الْحَيَاةِ، شَكَّ مَالِكٌ- فَيَنْبُتُوْنَ كَمَا تَنْبُتُ الْحَبَّةُ فِي جَانِبِ السَّيْلِ، أَلَمْ تَرَ أَنَّهَا تَخْرُجُ صَفْرَاءَ مُلْتَوِيَةً؟

Artinya: “Setelah penghuni Surga masuk ke Surga, dan penghuni Neraka masuk ke Neraka, maka setelah itu Allah Azza wa Jalla pun berfirman, ‘Keluarkan (dari Neraka) orang-orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi iman!’ Maka mereka pun dikeluarkan dari Neraka, hanya saja tubuh mereka sudah hitam legam (bagaikan arang). Lalu mereka dimasukkan ke sungai kehidupan, maka tubuh mereka tumbuh (berubah) sebagaimana tumbuhnya benih yang berada di pinggiran sungai. Tidakkah engkau perhatikan bahwa benih itu tumbuh berwarna kuning dan berlipat-lipat?”. (Riwayat Al-Bukhari no. 22).

10. ORANG YANG BERTAUHID KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA DENGAN IKHLAS, MAKA AMAL YANG SEDIKIT ITU AKAN MENJADI BANYAK

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa`diy menjelaskan: “Dan di antara keutamaan mentauhidkan Allah yang mana keutamaan ini tidak bisa dikejar oleh apapun, bahwa tauhid itu apabila sempurna dalam hati dan terwujud secara sempurna dengan keikhlasan, niscaya amalan yang kecil akan menjadi besar, bahkan akan berlipat ganda suatu amalan (ucapan atau perbuatan) dengan pahala yang tanpa batas. (Lihat: Al-Qaulus Sadid, hal. 61).

Ibnul Mubarak -rahimahullah- mengatakan:

رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ

Artinya: “Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar (pahalanya) karena sebab niat. Dan betapa banyak amalan yang besar menjadi kecil (pahalanya) karena sebab niat”. (Al-Ikhlas wan Niyyah).

11. ORANG YANG BERTAUHID AKAN MENDAPATKAN RASA AMAN

Orang yang bertauhid mendapat rasa aman, sedangkan orang yang tidak bertauhid, selalu was-was, dalam ketakutan, dan tidak tenang. Mereka takut kepada hari atau angka-angka sial, takut miskin jika punya anak lebih dari dua, takut tentang masa depan yang belum pasti dia sampai padanya, takut hartanya lenyap dan seterusnya.

12. TAUHID MERUPAKAN PENENTU DITERIMA ATAU DITOLAKNYA AMAL KITA

Sempurna dan tidaknya amal seseorang bergantung pada tauhidnya. Orang yang beramal tapi tidak sempurna tauhidnya, misalnya amalannya tercampur riya, tidak ikhlas, niscaya amalnya akan terhapus seluruhnya, dia tidak akan mendapat ganjaran kebaikan dari Allah, Allah -Subhanahu wa Ta`ala- berfirman dalam hadits Qudsi :

أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ ، مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيْهِ مَعِيْ غَيْرِيْ ، تَرَكْتُهُ وَ شِرْكَهُ

Artinya: “Aku adalah sekutu yang Maha Cukup, sangat menolak perbuatan syirik. Barangsiapa yang mengerjakan suatu amal yang dicampuri dengan perbuatan syirik kepada-Ku, maka Aku tinggalkan dia dan (Aku tidak terima) amal kesyirikannya”. (Riwayat Muslim no. 2985).

Demikianlah sedikit penjelasan ringkas tentang keutamaan mentauhidkan Allah, semoga Allah membimbing kita di atas jalan yang lurus.

|Kotaraya, Sulawesi Tengah. Jum`at 04 Shafar 1444 H/ 30 September 2022 M.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2269-535 a.n. PONPES MINHAJUSSUNNAH KOTARAYA, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *