MAKA MENANGISLAH KAUM ANSHOR

Ditulis Oleh: Mukhlisin Abu Uwais

Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Abu sa’id al-khudriy yang menuturkan:

Ketika Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- mulai membagi-bagikan harta rampasan perang Hunain kepada beberapa tokoh Quraisy dan kabilah Arab lainnya, sedangkan kaum Anshor tidak mendapat bagian sama sekali. Maka hal ini menimbulkan kejengkelan dalam hati orang-orang Anshar hingga berkembanglah pembicaraan di antara mereka, sampai ada yang mengatakan: “Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- telah menjumpai kaumnya sendiri”.

Kemudian setelah itu masuklah Sa’d bin ‘Ubadah menemui Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- dan berkata: “Wahai Rasulullah, orang-orang Anshar ini merasa tidak enak terhadap anda melihat apa yang anda lakukan dengan harta rampasan yang anda peroleh dan anda bagikan kepada kaummu. Engkau bagikan kepada kabilah ‘Arab dan tidak ada satu pun Anshar yang menerima bagian”.

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bertanya: “Engkau sendiri berada di pihak mana (mewakili siapa), wahai Sa’d?”.

Sa’d menjawab: “Saya hanyalah bagian dari mereka”.

Rasulullah berkata: “Kumpulkan kaummu di tembok ini”.

Lalu setelah itu datanglah beberapa kaum Muhajirin namun beliau biarkan mereka, dan mereka pun masuk. Datang pula yang lain, tapi beliau menolak mereka. Setelah mereka berkumpul, Sa’d pun mendatangi Rasulullah dan berkata: “Orang-orang Anshar sudah berkumpul untuk anda”.

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- pun menemui mereka, lalu beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya dengan pujian yang layak bagi-Nya. Kemudian beliau bersabda: “Wahai sekalian orang Anshar, apa pembicaraanmu yang sampai kepadaku? Apa perasaan tidak enak yang kalian rasakan dalam hati kalian?.

Bukankah aku datang kepada kalian dalam keadaan sesat lalu Allah memberi hidayah kepada kalian melalui aku?.

Bukankah kalian miskin lalu Allah kayakan kalian dengan sebab aku? Bukankah kalian dahulu bermusuhan lalu Allah satukan hati kalian?.

Mereka menjawab: “Bahkan Allah dan Rasul-Nya lebih banyak memberi kebaikan dan keutamaan”.

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- berkata: “Mengapa kamu tidak membantahku, wahai kaum Anshar?”.

“Dengan apa kami membantahmu, wahai Rasulullah? Padahal kepunyaan Allah dan Rasul-Nya semua kebaikan serta keutamaan”, jawab orang-orang Anshar.

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- berkata: “Demi Allah, kalau kalian mau, kalian dapat mengatakan dan pasti kalian benar dan dibenarkan (dengan berkata kepadaku. pen) “Engkau datang kepada kami dalam keadaan didustakan, lalu kami yang membenarkanmu. Engkau datang dalam keadaan terhina, kamilah yang membelamu. Engkau datang dalam keadaan terusir, kamilah yang memberimu tempat. Engkau datang dalam keadaan miskin, kamilah yang mencukupimu.

Apakah kalian dapati dalam hati kalian wahai kaum Anshar keinginan terhadap secuil harta dunia, yang dengan harta dunia tersebut aku melunakkan hati suatu kaum agar mereka menerima Islam, dan aku serahkan kalian kepada keislaman kalian. Tidakkah kalian ridha, wahai orang-orang Anshar, orang-orang pulang dengan membawa kambing dan unta mereka, sedangkan kalian pulang ke kampung halaman kalian dengan membawa Rasulullah? Demi Yang jiwa Muhammad di Tangan-Nya, kalau bukan karena hijrah, tentulah aku termasuk salah seorang dari kaum Anshar. Seandainya manusia menempuh satu lembah, dan orang-orang Anshar melewati lembah lain, pastilah aku ikut melewati lembah yang dilalui orang-orang Anshar. Ya Allah, rahmatilah orang-orang Anshar, anak-anak kaum Anshar, dan cucu-cucu kaum Anshar”.

Mendengar ini, MENANGISLAH orang-orang Anshar hingga membasahi janggut-janggut mereka, sambil berkata: “Kami ridha bagian kami adalah Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam-”.

Kemudian Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- pergi, dan mereka pun bubar.

(Silahkan lihat kisah seutuhnya dalam riwayat Bukhori II/620, 621 atau dalam Ar-rahiiqul makhtuum hal. 426-427).

|Kotaraya, Sulawesi Tengah. Selasa 12 Rabii’ul Awwal 1435 H/14 Januari 2014 M.

(Artikel Ini Pernah Dimuat Dalam Akun Facebook Abu Uwais Musaddad Pada Status No. 0656).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *