FAEDAH ASMA’UL HUSNA (Bagian 09) NAMA ALLAH AL-BAARI’

Ditulis Oleh: Mukhlisin Abu Uwais

Nama Allah Al-Baari’ ini terdapat di dalam Al-Qur’an sebanyak tiga kali. Allah Ta`ala berfirman:

هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡخَٰلِقُ ٱلۡبَارِئُ ٱلۡمُصَوِّرُۖ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ  ٢٤

Artinya: “Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Surat Al-Hasyr: 24).

Allah juga berfirman:

وَإِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِۦ يَٰقَوۡمِ إِنَّكُمۡ ظَلَمۡتُمۡ أَنفُسَكُم بِٱتِّخَاذِكُمُ ٱلۡعِجۡلَ فَتُوبُوٓاْ إِلَىٰ بَارِئِكُمۡ فَٱقۡتُلُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ عِندَ بَارِئِكُمۡ فَتَابَ عَلَيۡكُمۡۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ  ٥٤

Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. (Surat Al-Baqarah: 54).

Asy-Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-`Abbad mengatakan: AL-KHALIQ adalah penentu (merancang, menentukan kadarnya) atas segala sesuatu dengan hikmah-Nya.

Adapun AL-BAARI’ adalah yang menjadikan ada (mengadakan, mewujudkan yang telah dirancang tadi), setelah sebelumnya tidak ada.

Dan AL-MUSHAWWIR adalah pembentuk rupa seluruh makhluk termasuk alam semesta ini sesuai dengan kehendak-Nya. (Lihat: Fiqhul Asma-il Husna, hal. 95. Karya Asy-Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad).

Al-Imam Ibnu Katsir -rahimahullah- mengatakan: Maksud dari AL-KHALQ adalah AT-TAQDIR (menentukan kadar), dan AL-BAR’U adalah AL-FARYU yaitu melaksanakan dan mewujudkan (menjadikan ada) apa-apa yang telah ditentukan dan ditetapkan (rancangannya). Setiap orang yang mampu menentukan dan merencanakan sesuatu, maka dia tidak serta merta mampu melaksanakan dan mewujudkannya, KECUALI ALLAH. Allah berfirman:

هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡخَٰلِقُ ٱلۡبَارِئُ ٱلۡمُصَوِّرُۖ ……  ٢٤

Artinya: “Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, …”. (Surat Al-Hasyr: 24).

Maksud ayat ini adalah hanya Allah yang kapan pun menghendaki sesuatu tercipta dengan mengucapkan “jadilah” maka jadilah sesuatu itu sesuai dengan sifat yang Dia inginkan dan bentuk yang Dia pilih. Ini sesuai dengan firman Allah:

فِيٓ أَيِّ صُورَةٖ مَّا شَآءَ رَكَّبَكَ  ٨

Artinya: “Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu”. (Surat Al-Infithar: 8).

Oleh karena itu, Allah memiliki nama AL-MUSHAWWIR yang bermakna Yang Melaksankan (hingga terbentuk) apa yang Allah ingin jadikan sesuai dengan sifat yang diinginkan-Nya”. (Lihat: Tafsir Ibnu Katsir [V/74] cet. Maktabah Ar-Rusyd).

BUAH DARI MENGIMANI NAMA ALLAH AL-BAARI`

1). Mengimani nama Allah Al-Baari’ tentu akan membuat seorang hamba memurnikan atau mengikhlaskan ibadah hanya pada Allah saja dan tidak berbuat syirik pada-Nya, karena Dia lah yang menjadikan sang hamba ada, tentu konsekuensinya hanya Dia lah yang berhak diberikan peribadahan.

2). Mengimani nama Allah Al-Baari’ tentu akan membuat seorang hamba semakin Cinta kepada Allah. Karena Allah yang menciptakan kita,  dan tidak membiarkan kita begitu saja dalam mencari kebutuhan hidupnya, bahkan Allah memfasilitasi dengan memberi rizki, sebagaimana Allah memiliki nama Ar-Razzaq.

3). Mengimani nama Allah Al-Baari’ tentu akan membuat seorang hamba semakin bertawakkkal kepada Allah saja, misalnya saja dalam hal menanam, cukup mereka berusaha sebaik mungkin, lalu serahkan penciptaannya kepada Allah, karena Allah yang menciptakan, yang menjadikan ada dari yang sebelumnya tidak ada, Allah berkuasa atas hal tersebut. Sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ اللَّهَ فَالِقُ الْحَبِّ وَالنَّوَى يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ الْمَيِّتِ مِنَ الْحَيِّ ذَلِكُمُ اللَّهُ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ

Artinya: “Sungguh, Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (kurma). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? (Surat Al-An`am: 91).

|Kotaraya, Sulawesi Tengah. Sabtu 02 Rabi`ul Awwal 1440 H/09 Oktober 2021 M. Di Pesantren Minhajussunnah Kotaraya.

Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2269-535 a.n. PONPES MINHAJUSSUNNAH KOTARAYA, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *