FAEDAH AQIDAH AHLUSSUNNAH UNTUK PEMULA (Bagian Ke 5) PENJELASAN TENTANG TAUHID ULUHIYYAH

Ditulis Oleh: Mukhlisin Abu Uwais

PENJELASAN TENTANG TAUHID ULUHIYYAH

Tauhid uluhiyyah merupakan konsekuensi dari tauhid rububiyyah. Allah selalu menyebutkan perkara Rububiyyah-Nya untuk mengajak manusia agar menunaikan perkara Uluhiyyah (mengesakan Allah dalam ibadah hanya kepada saja). Karena ini adalah fitrah manusia yang telah diletakkan oleh Allah pada jiwa mereka. Allah berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ  ٢١

ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ فِرَٰشٗا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءٗ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَخۡرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزۡقٗا لَّكُمۡۖ فَلَا تَجۡعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادٗا وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ  ٢٢

Artinya: “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui”. (Surat Al-Baqarah: 21-22).

Pembahasan pada kesempatan ini akan kita bagi menjadi beberapa point penting:

1. MAKNA TAUHID ULUHIYYAH

Tauhid uluhiyah adalah mengesakan Allah dengan amalan para hamba yang diniatkan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah pada ibadah yang disyari’atkan seperti do’a, nadzar, kurban, raja’ (pengharapan), takut, tawakkal, raghbah (senang), rahbah (takut) dan inabah (kembali/taubat). Dan jenis tauhid ini adalah inti dakwah para rasul, mulai rasul yang pertama hingga yang terakhir. (Lihat: ‘Aqidatut Tauhid hal. 46 Cet. Darul Ashimah, karya Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan).

2. SETIAP RASUL MEMULAI DAKWAHNYA DENGAN TAUHID ULUHIYYAH

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan juga mengatakan: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَۖ ……٣٦

Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu”. (Surat An-Nahl : 36).

وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِيٓ إِلَيۡهِ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعۡبُدُونِ  ٢٥

Artinya: “Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, ‘Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang haq) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. (Surat Al-Anbiya: 25).

Setiap rasul selalu memulai dakwahnya dengan perintah tauhid uluhiyah. Sebagaimana yang diucapkan oleh Nabi Nuh, Hud, Shalih, Syu’aib, mereka mengatakan (artinya): “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagi-mu selainNya:”. (Surat Al-A’raf: 59, 65, 73, 85).

Allah berfirman:

وَإِبۡرَٰهِيمَ إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱتَّقُوهُۖ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ  ١٦

Artinya: “Dan ingatlah Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya: Sembahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepadaNya”. (Surat Al-Ankabut: 16).

Dan diwahyukan kepada Nabi Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam-:

قُلۡ إِنِّيٓ أُمِرۡتُ أَنۡ أَعۡبُدَ ٱللَّهَ مُخۡلِصٗا لَّهُ ٱلدِّينَ  ١١

Artinya: “Katakanlah: Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama”. (Surat Az-Zumar: 11).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ

Artinya: “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada ilah (sesembahan) yang haq kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah”. (Riwayat Al-Bukhari no. 25 dan Muslim no. 22).

3. KEWAJIBAN SETIAP MANUSIA ADALAH BERSAKSI TENTANG ULUHIYYAH ALLAH

Kewajiban pertama bagi setiap mukallaf (manusia yang dibebani syariat) adalah bersaksi laa ilaaha illallah (tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), serta mengamalkannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَٱعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ ……ۗ ١٩

Artinya: “Maka ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disem-bah) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu…”. (Surat Muhammad: 19).

Dan kewajiban pertama bagi orang yang ingin masuk Islam adalah mengikrarkan dua kalimah syahadat.

Jadi jelaslah bahwa tauhid uluhiyah adalah maksud dari dakwah para rasul. Disebut demikian, karena uluhiyah adalah sifat Allah yang ditunjukkan oleh namaNya, yaitu “Allah”, yang artinya dzul uluhiyah (yang memiliki hak untuk diibadahi).

4. SEORANG HAMBA BUTUH MENYEMBAH ALLAH

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Ketahuilah, kebutuhan seorang hamba untuk menyembah Allah tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, tidak memiliki bandingan yang dapat dikias-kan, tetapi dari sebagian segi mirip dengan kebutuhan jasad kepada makanan dan minuman. Akan tetapi di antara keduanya ini terdapat perbedaan mendasar. Karena hakikat seorang hamba adalah hati dan ruhnya, ia tidak bisa baik kecuali dengan Allah yang tiada Tuhan selainNya. Ia tidak bisa tenang di dunia kecuali dengan mengingat-Nya. Seandainya hamba memperoleh kenikmatan dan kesenangan tanpa Allah, maka hal itu tidak akan berlangsung lama, tetapi akan berpindah-pindah dari satu macam ke macam yang lain, dari satu orang kepada orang lain. Adapun Tuhannya maka Dia dibutuhkan setiap saat dan setiap waktu, di mana pun ia berada maka Dia selalu bersamanya”. (Majmu’ Al-Fatwa [I/24]).

5. TAUHID ULUHIYYAH ADALAH INTI DAKWAH PARA RASUL

Tauhid uluhiyyah ini adalah inti dari dakwah para rasul, karena ia adalah asas dan pondasi tempat dibangunnya seluruh amal. Tanpa merealisasikannya maka semua amal ibadah tidak akan diterima. Karena kalau tauhid uluhiyyah ini tidak terwujud, maka tumbuhlah lawannya, yaitu syirik. Sedangkan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلَۢا بَعِيدًا  ١١٦

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik”. (Surat An-Nisa’: 48, 116).

ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهۡدِي بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۚ وَلَوۡ أَشۡرَكُواْ لَحَبِطَ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ  ٨٨

Artinya: “Seandainya mereka mempersekutukan Alah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan”. (Surat Al-An’am: 88).

وَلَقَدۡ أُوحِيَ إِلَيۡكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكَ لَئِنۡ أَشۡرَكۡتَ لَيَحۡبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ  ٦٥

Artinya: “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi”. (Surat Az-Zumar: 65).

6. MENGESAKAN ALLAH DALAM ULUHIYYAH-NYA ADALAH KEWAJIBAN PERTAMA SETIAP HAMBA

Dan tauhid uluhiyyah ini adalah kewajiban pertama segenap hamba. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

۞وَٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيْـًٔا وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنٗا ……  ٣٦

Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak …”. (Surat An-Nisa: 36).

Allah juga berfirman:

۞وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنًاۚ …… ٢٣

Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan kamu supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya …”. (Surat Al-Isra: 23).

Allah juga berfirman:

۞قُلۡ تَعَالَوۡاْ أَتۡلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمۡ عَلَيۡكُمۡۖ أَلَّا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيْـًٔا وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنٗاۖ ……  ١٥١

Artinya: “Katakanlah: Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu dari Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan kamu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu-bapak”. (Surat Al-An’am: 151). (Disarikan dari kitab ‘Aqidatut Tauhid hal. 46-49 Cet. Darul Ashimah, karya Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan).

Kesimpulanya, Tauhid Uluhiyyah juga disebut tauhid ibadah. Inti dari tauhid uluhiyyah adalah mentauhidkan Allah Subhanahu wa Taala. Tauhid uluhiyyah adalah esensi dari dakwah para Nabi dan Rasul. Allah tidak akan rela jika dipersekutukan dengan apapun. Sesungguhnya semua ibadah manusia hanya karena Allah semata.

Inilah sedikit penjelasan tentang tauhid uluhiyyah, semoga Allah membimbing kita di atas jalan yang lurus.

|Kotaraya, Sulawesi Tengah. Jum`at 21 Al-Muharram 1444 H/ 19 Agustus 2022 M.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2269-535 a.n. PONPES MINHAJUSSUNNAH KOTARAYA, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *