FAIDAH HADITS RIYADLUSH-SHALIHIN (Hadits Ke 8) BERJUANG UNTUK MENINGGIKAN KALIMAT-NYA
FAIDAH HADITS RIYADLUSH-SHALIHIN (Hadits Ke 08) BERJUANG UNTUK MENINGGIKAN KALIMAT-NYA
Referensi: Kitab Riyadh Ash-Salihin no. 08
وعن أبي موسى عبدِ اللهِ بنِ قيسٍ الأشعريِّ رضي الله عنه قَالَ سُئِلَ رسولُ الله صلى الله عليه وسلم عَنِ الرَّجُلِ يُقاتلُ شَجَاعَةً ويُقَاتِلُ حَمِيَّةً ويُقَاتِلُ رِيَاءً أَيُّ ذلِكَ في سبيلِ الله فقال رَسُول الله صلى الله عليه وسلم مَنْ قَاتَلَ لِتَكونَ كَلِمَةُ اللهِ هي العُلْيَا فَهوَ في سبيلِ اللهِ
Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Musa Abdullah bin Qais Al-Asy`ariy -radhiyallahu `anhu- dia berkata: Rasulullah -shallallahu `alaihi wa sallam- pernah ditanya tentang perihal orang yang berperang karena ingin menunjukkan keberanian, tentang orang yang berperang karena fanatisme golongan, tenang orang yang berperang karena riya’. Manakah di antara ketiganya yang termasuk berperang di jalan Allah?. Maka Rasulullah -shallallahu `alaihi wa sallam- menjawab: Barangsiapa yang berperang dengan tujuan untuk meninggikan kalimat Allah maka dialah orang yang berperang di jalan Allah”. (HR. Al-Bukhari no. 123, Muslim no. 1904).
SYARAH SINGKAT:
Ibnu Abbas berkata bahwa yang dimaksud dengan kalimat Allah adalah LAA ILAAHA ILLALLAH.
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan: “Yang dimaksud dengan berperang untuk menunjukkan keberanian adalah seorang yang memang bawaannya dia adalah pemberani dan senang berperang, karena memang seorang pemberani biasanya jiwanya patriotik, dan orang yang seperti itu dia membutuhkan tempat untuk menunjukkan keberaniannya. Oleh karena itu seorang pemberani sangat senang apabila Allah memudahkan jalannya untuk berperang agar muncul sifat patriotnya. Dia berperang karena dia adalah seorang pemberani yang gemar berperang.
Tipe orang kedua adalah orang yang berperang karena fanatisme, baik karena fanatic terhadap suku, bangsa, tanah air, atau pun yang lainnya.
Tipe orang ketiga adalah orang yang berperang agar kedudukannya dikenal orang. Yakni, dia berperang agar dilihat orang lain dan agar dikenal sebagai pemberani.
Rasulullah -shallallahu `alaihi wa sallam- tidak menyebutkan tiga hal yang merupakan pertanyaan dalam hadits tersebut, namun Nabi mengungkapkan kalimat singkat sebagai barometer sebuah peperangan, bahwa: Barangsiapa yang berperang dengan tujuan untuk meninggikan kalimat Allah, maka dia berperang di jalan Allah. (Lihat Syarh Riyadhish-Shalihin, Jilid 1 hal. 64-65, Cetakan Madarul Wathan Lin-Nasyr. Karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin).
FAIDAH HADITS:
- Sabda Nabi -shallallahu `alaihi wa sallam- “barangsiapa yang berperang dengan tujuan untuk meninggikan kalimat Allah maka dialah orang yang berperang di jalan Allah” ini menunjukkan pentingnya memurnikan niat semata-mata karena Allah Ta’ala.
- Amal shalih diperhitungkan berdasarkan niat yang shalih (benar).
- Keutamaan jihad hanya akan terwujud bagi orang yang berperang di jalan Allah dengan tujuan meninggikan kalimat-Nya dan agar agama seluruhnya hanya menjadi milik Allah.
- Wajibnya mendahulukan ilmu atas amal.
- Celaan terhadap ketamakan pada dunia serta motivasi berperang demi kepentingan pribadi bukan karena ketaatan kepada Allah.
|Kotaraya, Sulawesi Tengah. Kamis 17 Al-Muharram 1447 H / 02 Juli 2026 M. Di Pesantren Minhajussunnah Kotaraya.
Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.
REKENING DONASI: BRI. 1076-0100-2269-535 a.n. PONPES MINHAJUSSUNNAH KOTARAYA
Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000. Jazaaakumullahu khairan.
