TAFSIR AS-SA`DIY (12) BETAPA SINGKATNYA DUNIA (DARI SETETES AIR, HIDUP, LALU MATI)
Ditulis Oleh: Mukhlisin Abu Uwais
Allah –Subhanahu Wa Ta`ala- berfirman:
مِن نُّطۡفَةٍ خَلَقَهُۥ فَقَدَّرَهُۥ ١٩ ثُمَّ ٱلسَّبِيلَ يَسَّرَهُۥ ٢٠ ثُمَّ أَمَاتَهُۥ فَأَقۡبَرَهُۥ ٢١
Artinya: “Dari setetes mani, Dia menciptakannya lalu menentukannya. Kemudian Dia memudahkan jalannya. Kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur”. (Surat `Abasa: 19 – 21).
Asy-Syaikh `Abdurrahman bin Nashir As-Sa`diy –rahimahullah- berkata: Dia (manusia) hanyalah makhluk paling lemah yang diciptakan Allah dari air yang hina kemudian ditentukan wujudnya serta disempurnakan menjadi manusia sempurna lalu Allah menyenpurnakan kekuatan lahir dan bathinnya.
Ayat: “Kemudian Dia memudahkan jalannya” yakni Allah memudahkan baginya sebab-sebab agama dan dunia dan menunjukkan pada jalan lurus serta menjelaskannya. Allah mengujinya dengan perintah dan larangan.
Ayat: “Kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur” yakni Allah memuliakannya dengan adanya penguburan dan tidak dijadikan seperti hewan yang bangkainya dibiarkan begitu saja tergeletak di atas tanah. (Lihat Taisiir Al-Kariimir-rahmaan Fii Tafsiir Kalaamil Mannaan, Hal. 911, Cet. Maktabah An-Nubalaa’. Karya Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa`diy).
FAIDAH AYAT:
1. Anjuran untuk mengingat dan merenungkan tentang dari mana manusia diciptakan, dengan merenungkannya seseorang akan terhindar dari sifat sombong, bagaimana akan sombong seseorang yang dahulunya adalah sesuatu yang menjijikkan.
2. Hasan Al-Bashri -rahimahulah- mengatakan: “Bagaimana bisa sombong, orang yang keluar dari jalur kencing sebanyak dua kali”. (Tafsir Al-Qurthubi [19/218]).
3. Allah menyempurnakan dan melengkapi penciptaan manusia dengan anggota badan untuk kebaikannya, Allah menciptakan baginya dua tangan, dua kaki, dua mata, dan anggota tubuh dan panca indra lainnya.
4. Allah memudahkan bagi manusia sebab-sebab kebaikan pada agama dan dunia dan menunjukan pada jalan lurus serta menjelaskannya.
5. Allah memuliakan manusia dengan disemayamkan dan tidak dijadikan seperti hewan yang bangkainya dibiarkan saja tergeletak diatas tanah.
|Abu Uwais Musaddad
|Kotaraya, Sulawesi Tengah Kamis 23 Syawal 1440 H/27 Juni 2019 M.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.
REKENING DONASI: BRI. 1076-0100-2269-535 a.n. PONPES MINHAJUSSUNNAH KOTARAYA
Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000
