Mengupload Pikiran

Coba bayangkan Anda dapat masuk kedalam komputer dan hidup selamanya di dalam sana dan berbagi pengalaman Anda kepada semua orang diseluruh dunia bukankah itu menyenangkan? Namun Anda tidak dapat memasukan seluruh tubuh Anda, Anda hanya dapat memasukan sebagian kecil dari diri Anda dan Anda harus memilih untuk itu.

Jika memang Anda dapat memasukannya, Anda pasti berfikir untuk memasukan otak yang yang berisi pikiran, nalar, tetmpat keputusan diambil dan juga merupakan inti dari manusia.

Namun otak terdiri dari berbagai komponen layaknya komputer seperti hardware, yang 80% berisi air, emosi, gambaran tentang berbagai hal, dan lain sebagainya dan semua ini adalah pikiran. Dari berbagai jenis pikiran, ada yang benar-benar bermanfaat bagi orang lain dan ada pula yang tidak sehingga pikiran yang bermanfaatlah yang perlu di upload.

Anda bisa membayangkan pikiran Anda yang berisi file berupa informasi penting, “software” yang bermanfaat, dan “antivirus” yang sangat kuat kemudian Anda upload kedalam flashdisk. Setelah itu Anda tawarkan kepada orang lain yang ingin kepalanya mencopy file dari flashdisk Anda, adakah yang menolak?

Namun kenyataannya banyak diantara kita yang menyebarkan virus, data palsu, dan software bajakan yang akhirnya merusak setiap kepala yang mengisinya.

Atas dasar ini saya meluangkan waktu untuk menulis artikel yang semoga file dan software di otak saya dapat Anda gunakan dan instal melalui perantara tulisan di blog ini.

Pentingnya Menulis

Bayangkan orang orang hebat seperti Arestoteles, Plato, Ibnu Sina, Ibnu Rush, Leonardo da Vinci, Sigmund Freud, Isac Newton, dan yang lainnya tidak pernah menulis hasil pemikiran mereka, analisis mereka dan kesimpulan yang mereka dapatkan dari kejadian hidup mereka, apa yang akan terjadi dengan keadaan kita saat ini? Tentu saja kita mungkin kita masih pada era tahun 1200-an dan terbelakang.

Saat Anda menulis, Anda baru saja membuat kloning dari diri Anda dan siapapun yang membaca tulisan Anda yang dihasilkan dari pikiran Anda, akan berfikir seperti Anda dan mereka adalah bagian dari Anda.

Contohnya seorang ilmuan yang membaca tulisan Leonardo da Vinci, berfikir seperti Leonardo da Vinci sehingga sedikit banyak berperilaku seperti Leonardo da Vinci. Dan kalau boleh di katakan bahwa orang tersebut adalah kloning dari Leonardo da Vinci.

Kita dapat katakan juga bahwa Leonardo da Vinci telah mati namun pikirannya tidak. Pikirannya hidup diantara pikiran-pikiran para ilmuan yang membaca karyanya dan terus menghasilkan karya-karya. Bukankah “hidup yang panjang” sedang dialami Leonardo da Vinci?

“Dengan menulis, kita tidak akan pernah mengalami kematian. Hanya jasad kitalah yang akan mati.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *