Cara Meningkatkan Produktivitas Hingga 300%

Cara meningkatkan produktivitas

Semua orang dituntut untuk produktif, mulai dari pelajar hingga pekerja. Namun kita seringkali tidak dapat membedakan antara produktif dengan sibuk. Orang sibuk biasanya tidak produktif. Orang sibuk mengerjakan tugas tanpa prioritas sedangkan produktif mengerjakan dengan prioritas. Selain itu ada beberapa hal lain dalam upaya meningkatkan prioritas antaralain:

Hentikan gangguan

Kebanyakan pelajar maupun pekerja, bekerja sambil melihat jejaring sosial, atau bahkan sambil menonton TV, hal ini sangat memperlambat produktivitas karena waktu dan fokus Anda terus terambil dari waktu ke waktu. Untuk itu, tinggalkan segala bentuk gangguan disekitar Anda seperti mematikan ponsel, menutup tab browser yang tidak berguna, dan mematikan TV.

Hindari multitasking

Multitasking seolah cara cepat untuk melakukan tugas yang banyak dalam waktu singkat. Padahal, multitasking justru memperlambat tugas yang sedang dikerjakan. Selain itu, multitsaking menyebabkan kerusakan otak! Otak hanya mampu memproses satu informasi dan jika Anda melakukan multitasking, otak Anda akan kehilangan fokus dan selalu berpindah fokus dari satu aktivitas ke aktivitas lain hal ini menumbulkan rasa lelah, dan tentu hal ini sangat tidak efektif. Daripada melakukan berbagai dalam satu waktu, lebih baik Anda  fokus untuk melakukan satu aktivitas dalam satu waktu.

Tentukan apa yang harus dikerjakan

Buatlah daftar pekerjaan yang harus diselesaikan saat itu. Seringkali kita tidak mengetahui apa yang harus dikerjakan pada saatnya untuk bekerja. Untuk itu, buatlah daftar pekerjaan yang dapat membimbing Anda untuk melakukan sesuatu dan melakukan hal lain saat pekerjaan Anda usai. Buatlah daftar pekerjaan berdasarkan prioritas yang harus dikerjakan, hal ini akan mencegah Anda terjebak dalam melakukan hal yang sebetulnya tidak penting.

Adapun cara efektif menentukan prioritas akan dijelaskan pada akhir artikel.

Atur waktu mengerjakannya

Salah satu alasan seseorang bermalas malasan dan menunda-nunda adalah karena orang tersebut merasa pekerjaannya tidak genting, membosankan, sulit, kemudian berharap pada waktu lain ia akan mengerjakan pekerjaan itu dalam kondisi produktif, padahal tidak. Hal itu dapat diatasi dengan menyediakan waktu untuk mengerjakannya. Dalam waktu itu kita tidak melakukan apapun selain menuntaskan pekerjaan. Meskipun kita “tersiksa” dengan pekerjaan yang kita benci, ingatkan diri tentang betapa leganya saat pekerjaan itu tuntas. Jangan lupa iming-imingi diri dengan hadiah atau imbalan setelah menuntaskan pekerjaan. Hal ini dapat meningkatkan motivasi dalam menuntaskan pekerjaan.

Delegasikan kepada orang lain

OPT, other people time (waktu orang lain) merupakan kunci produktif orang-orang sukses. Mereka mendelegasikan pekerjaan yang tidak mereka sukai kepada orang lain yang mau atau lebih mampu dari mereka. Dalam buku Retaire Young Retaire Rich, karya Robet T. Kiyosaki dikatakan bahwa orang lain merupakan daya ungkit. Daya ungkit adalah alat untuk melakukan hal yang banyak dengan upaya yang sedikit. Orang yang tidak punya daya ungkit akan bekerja kepada orang yang memilikinya. Selain itu, dengan mendelegasikan kepada orang lain, kita dapatkan waktu luang untuk melakukan hal lain yang lebih penting.

Gunakan teknik yang telah terbukti

Orang produktif melakukan hal yang sama. Alangkah baiknya kita mengikuti apa yang mereka lakukan ketimbang menciptakan teknik untuk mencapai produktif. Ada beberapa teknik yang cukup efektif diantaranya adalah:

  1. Pomodairo

Berikut cara menerapkan Pomodairo:

  1. Tentukan tugas yang ingin diselesaikan.
  2. Luangkan waktu 25 menit untuk diselesaikan.
  3. Setelah waktu 25 menit selesai, istirahatlah dengan waktu 15 menit.
  4. Lakukan hal tersebut 4X (4×25 menit bekerja dan 4×15 menit istirahat)
  5. Setelah itu, istirahatlah selama 25 menit untuk memulihkan tenaga Anda.

Pomodairo tersedia dalam aplikasi Andorid dan IOS yang dapat Anda unduh.

  1. Kuadran prioritas

Buat daftar pekerjaan kedalam 4 kolom yaitu: penting dan mendesak, penting tidak mendesak, mendesak tidak penting, tidak penting dan tidak mendesak.

  1. Penting dan mendesak adalah pekrjaan yang harus Anda kerjakan dengan segera. Contohnya mengerjakan tugas kuliah yang akan dikumpulkan 2 hari lagi, mengangkat telepon, membetulkan atap yang bocor dimusim hujan dan lain-lain.
  2. Penting tidak mendesak adalah sesuatu yang hendak Anda capai dimasa yang akan datang.
  3. Mendesak tidak penting adalah tugas yang yang tidak penting tetapi dituntut untuk dikerjakan. Inilah tugas yang dapat anda delegasikan kepada orang lain. Contohnya mengambilkan air galon yang sudah habis, menjemput seseorang dan lain sebagainya.
  4. Tidak penting dan tidak mendesak, adalah hal yang tidak penting yang harus anda hindari karena tidak berguna atau menghambat produktifitas anda seperti bermain game, membuka Facebook, mengobrolkan sesuatu yang tidak penting dan lain-lain.

 

Satu lagi yang tak kalah penting ialah membiasakan sampai segala hal yang Anda lakukan menjadi “otomatis”sehingga profuktif menjadi kebiasaan Anda. Dan tujuan Anda akan tercapai dengan sangat cepat. Jangan sampai Anda tidak menerapkan hal di atas dalam meningkatkan produktivitas. Karena cara diatas sangat ampuh dalam meningkatkan produmtivitas hingga 300%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *